Tampilkan postingan dengan label muhammadiyah 2 ska. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label muhammadiyah 2 ska. Tampilkan semua postingan

Kamis, 05 November 2015

Penerapan Model Pembelajaran

Penerapan Model Pembelajaran


Penerapan model pembelajaran kebanyakan menggunakan model jigsaw. Terlebih untuk studi matematika dan IPA, lebih baik menggunakan model tersebut agar belajar tidak terasa bosan dan lebih maksimal untuk mengingat pelajarannya.

Untuk sekolah yang belum menjadikan sekolahannya menerapkan indicator dan standar dalam pengajaran, maka sekolah tersebut masih menggunakan model lama dalam mengajar di kelas. Sekolah tersebut masih membiarkan guru mengajar dengan sikap arogan mereka, kadang masih ada guru yang bersikap kasar kepada murid. Terlebih lagi, sekolah tersebut sangat sedikit jumlah gurunya, jadi hanya ada dua hingga empat orang guru yang mengajar di enam kelas.  Sungguh ironis ketika melihat sekolah yang seharusnya menjadi tempat belajar yang nyaman untuk siswa, malah menjadi suatu hal yang menyeramkan dan kadang membuat siswa malas untuk sekolah.

Penerapan model pembelajaran yang baik ialah suatu hal yang cukup sulit. Karena pihak sekolah harus memperbaiki tata cara pengajaran dan mengambil guru yang benar-benar berpotensi dan memiliki kelayakan dalam mengajar. Untuk sekolah yang belum mampu untuk menangani masalah tersebut adalah sekolah yang mempunyai anggaran rendah untuk memperbaiki sekolahnya. terkadang anggaran dari pemerintah tidak langsung sampai pada sekolah tersebut, sehingga menjadikan sekolah kurang layak untuk dijadikan tempat belajar.

Penerapan yang bisa dilakukan guru untuk memperbaiki pengajaran adalah, rajin mengikuti berbagai seminar tentang model pembelajaran yang saat ini harus diterapkan. Kemudian melanjutkan kuliah satu tahun untuk mendapatkan sertifikat resmi sebagai pengajar professional. Jika sertifikat tersebut sudah ada, maka sudah pasti pengajaran di kelas membuat anak-anak menjadi nyaman. Jika guru tersebut tidak mampu untuk mengambil keprofesionalan, maka harus rajin membaca beberapa model belajar.

Jigsaw adalah salah satu model yang bisa digunakan untuk pembelajaran di kelas. Model ini menerapkan keaktifan siswa dalam menyampaikan maksud dan bekerjasama untuk menjawab pertanyaan. Selain itu, dari jigsaw ini para murid bisa lebih berani untuk tampil di tengah murid yang lainnya.  Jiwa kepemimpinan juga diajarkan dalam model jigsaw ini.

Penerapan model pembelajaran tidak sulit untuk disampaikan kepada siswa. Asalkan pihak sekolah beserta guru mampu menerapkan beberapa ketentuan yang telah disesuaikan dengan pengajaran saat ini.

Pidato / Sambutan Mendikbud Pada Peringatan HUT Kemerdekaan RI ke- 70 Tahun 2015 Terimaka

Pidato / Sambutan Mendikbud Pada Peringatan HUT Kemerdekaan RI ke- 70 Tahun 2015 Terimaka

Tanggal : 23-08-2015 14:16, dibaca 18 kali.
Sahabat Edukasi yang berbahagia...

Dalam rangka memperingati HUT RI ke-70 Kemerdekaan RI yang akan diperingati pada hari Senin, tanggal 17 Agustus 2015 Instruksi Menteri No. 59507/A/TU/2015 yang ditujukan kepada seluruh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dan Provinsi.

Berdasarkan surat Edaran tersebut diinstruksikan bahwasannya dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-70, Mendikbud menginstruksikan kepada seluruh kepala sekolah pada semua jenjang pendidikan untuk membacakan sambutan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (terlampir) pada saat upacara bendera pada hari Senin tanggal 17 Agustus 2015.

Berikut Pidato Sambutan Mendikbud pada Peringatan HUT Kemerdekaan RI Ke-70 :


Saat ini kita semua sedang berkumpul, merayakan 70 tahun kemerdekaan bangsa kita tercinta. Dimanapun kita berada, Sang Merah Putih berkibar dengan gagah. Angin tanah tercinta ini membelai kain bendera dan mengibargagahkan Sang Merah Putih kita.

Baru saja kita selesai menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya, mengiringi pengibaran bendera. Sebuah lagu kebangsaan yang syairnya berotot, mencerminkan gelora kerakyatan dan iramanya membangkitkan semangat luhur bangsa merdeka.

Para peserta upacara semua, mari kita lihat dengan seksama Sang Merah Putih yang sudah berada di puncak tiang bendera itu. Mari kita camkan. Hari ini, kita hanya perlu beberapa menit saja untuk membuat Sang Merah Putih sampai di puncak dan berkibar dengan anggun.

Mari kita sadari bahwa berbeda dengan kita hari ini, diperlukan waktu puluhan tahun bagi para Perintis Kemerdekaan untuk membuat Sang Merah Putih sampai di puncak. Waktu panjang yang sesak dera perjuangan. Mereka hibahkan waktu, pikiran, tenaga, bahkan nyawa agar Sang Merah Putih bisa sampai di puncak dan berkibar di tanah tumpah darah kita.

Bendera itu berkibar bukan karena pemberian, kibaran Sang Merah Putih adalah cerminan perjuangan, ia menandai kristal cemerlang dari keringat jutaan manusia merdeka di Nusantara ini. Sebuah tanda bahwa Ibu Pertiwi telah melahirkan generasi Perintis Kemerdekaan yang membuat kita semua kini bisa hidup di alam merdeka.

Republik merdeka ini diperjuangkan oleh semua komponen, walau gagasan-gagasan utamanya dibentuk dan didorong oleh kaum terdidik, selapis masyarakat yang di masa itu berkesempatan meraih pendidikan. Lebih jauh lagi, kemerdekaan digagas dan diperjuangkan bukan hanya untuk menggulung kolonialisme, tetapi juga untuk menggelar kesejahteraan, menggelar keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Generasi itu telah berhasil secara gemilang menggulung kolonialisme, kini giliran kita untuk meneruskan kerja sejarah bangsa ini. Bapak Presiden Joko Widodo telah menegaskan bahwa peringatan 70 tahun kemerdekaan ini adalah sebuah pengingat dan penanda bagi kita semua untuk makin kerja keras. Pada Pidato Kenegaraan dalam rangka memperingati 70 tahun kemerdekaan Republik Indonesia, Bapak Presiden Joko Widodo mengingatkan kita semua, seluruh komponen bangsa, agar kerja untuk rakyat, kerja untuk negara dan kerja untuk bangsa. Kita sendirilah yang bertanggung jawab untuk meraih semua tujuan mulia kemerdekaan itu.

Apalagi bagi kita yang berada di dunia pendidikan. Tanggung jawab kita semua yang berada di dunia pendidikan adalah menuntaskan usaha mencerdaskan kehidupan bangsa. Keterdidikan adalah kunci penting untuk merebut kemerdekaan, dan keterdidikan juga jadi kunci penting untuk meraih kemajuan bangsa dan untuk membuat bangsa kita lebih dari sekadar sejajar dengan bangsa-bangsa lain. Tingkatkan mutu pendidikan kita. Mendidiklah dengan hati dan sepenuh hati, dengan keluhuran budi pekerti, dan dengan kedalaman serta keluasan pengetahuan agar bisa menginspirasi, agar bisa jadi teladan.

Para pelajar yang saya cintai,

Bung Karno, Bung Hatta, dan para Perintis Kemerdekaan itu adalah anak-anak muda terdidik. Mereka menggunakan keterdidikannya untuk mendorong kemajuan bangsa. Kalian anak-anak muda juga, kalian terdidik juga dan kalian juga punya kesempatan yang sama untuk menorehkan sejarah di Republik ini. Belajarlah dengan keras, tuntas dan sepenuh hati.

Di antara kalian nantinya akan menjadi guru, sastrawan, budayawan, wartawan, pengusaha, dosen, musisi, dokter, insinyur, hakim, politisi, gubernur, menteri, bahkan presiden atau peran-peran lain yang mungkin hari ini belum terbayangkan dan bahkan belum ada. Semuanya itu dimulai dari kerja keras di hari-hari ini, dari bangku kelas ini, dan dari kerja tuntas di sekolah ini.

Harap kalian tengok perjuangan gemilang menuju kemerdekaan 1945 dan perjalanan Republik selama 70 tahun ini. Kalian ambil hikmah dari sejarah, lalu tugas kalian berikutnya adalah membuat sejarah. Kalian adalah pemilik masa depan, jangan menunggu tapi tempalah kepribadianmu, kembangkan prestasimu, jalin persahabatan dengan teman-temanmu, hormatilah orang tuamu dan gurumu, jadikan mereka suluh hidupmu.

Hari ini kalian merayakan 70 tahun Indonesia merdeka, harap dicamkan baik-baik bahwa saat Indonesia merayakan 100 tahun kemerdekaan maka kalianlah yang akan memimpin dan mengelola perjalanan bangsa ini. Bergegaslah, bersiaplah dari sekarang. Bawalah Indonesia kita inike puncak-puncak kecemerlangan baru.

Selamat belajar, selamat berkarya, selamat bekerja keras dan salam hormat untuk semua. Dirgahayu Republik Indonesia ... !!

Untuk download Pidato Mendikbud pada HUT 70 Kemerdekaan RI selengkapnya dapat diunduh pada links berikut. Demikian informasi tentang Sambutan / Pidato Mendikbud pada HUT Kemerdekaan RI ke-70 Tahun 2015. Semoga bermanfaat dan terimakasih... Salam Edukasi...!


Terimakasih Sahabat... Telah berkenan berkunjung dan membaca salah satu artikel dari situs personal saya di www.dadangjsn.com, untuk melihat revisi/perbaikan dari artikel berikut (jika diperlukan) silahkan kunjungi kembali publikasi terupdatenya pada links : http://www.dadangjsn.com/2015/08/pidato-sambutan-mendikbud-pada.html#ixzz3jcRPN8fe

Ekstrakulikuler

Daftar ekstrakulikuler

Selain dituntut dalam bidang akademik, SMP Muhammadiyah 2 SKA juga memberikan Ekstrakulikuler non Akademik untuk menunjang keterampilan non akademik, diantaranyan :
  1. Hizbul Wathon (HW) adalah salah satu organisasi otomom di lingkungan Persyarikatan Muhammadiyah. HW pertama kali didirikan di Jogjakarta pada 1918, atas prakarsa KH. Ahmad Dahlan, HW berasaskan Islam. HW didirikan untuk menyiapkan dan membina anak, remaja dan pemuda yang memiliki aqidah, mental dan fisik, berilmu dan berteknologi serta berakhlak karimah dengan tujuan terwujudnya pribadi muslim.
  2. Perguruan Seni Beladiri Indonesia Tapak Suci Putera Muhammadiyah atau disingkat Tapak Suci, adalah sebuah aliran, perguruan, dan organisasi pencak silat yang merupakan anggota IPSI (Ikatan Pencak Silat Indonesia). Tapak Suci termasuk dalam 10 Perguruan Historis IPSI, yaitu perguruan yang menunjang tumbuh dan berkembangnya IPSI sebagai organisasi. Tapak Suci berasas Islam, bersumber pada Al Qur’an dan As-Sunnah, berjiwa persaudaraan, berada di bawah naungan Persyarikatan Muhammadiyah sebagai organisasi otonom yang ke-11. Tapak Suci berdiri pada tanggal 10 Rabiul Awal 1383 H, atau bertepatan dengan tanggal 31 Juli 1963 di Kauman, Yogyakarta. Motto dari Tapak Suci adalah “Dengan Iman dan Akhlak saya menjadi kuat, tanpa Iman dan Akhlak saya menjadi lemah”.
  3. Kegiatan Ekstra PMR merupakan salah satu kegiatan ekstrakurikuler yang ada di SMP Muhammadiyah 2 Surakarta. Di mana kegiatan ekstra ini memfokuskan pada materi-materi Kesehatan, Pertolongan Pertama (PP), Penanggulangan Pada Gawan Darurat (PPGD) dan bidang sosial. Melalui kegiatan ekstra PMR ini siswa-siswi yang memiliki hobi, cita-cita menjadi petugas kesehatan dan berminat menjadi relawan, dapat menyalurkan minat-bakat mereka tersebut, karena selain menerima materi, para siswa-siswi juga bisa—langsung—praktek di sekolah. Selaku petugas kesehatan di sekolah mereka adalah Kader Kesehatan Remaja dan Kader Relawan yang harus selalu berlatih dan mengasah keahliannya dalam wadah kegiatan ekstra PMR.

SEJARAH SMP MUHAMMADIYAH 2 SURAKARTA

SEJARAH SMP MUHAMMADIYAH 2 SURAKARTA
SMP Muhamammadiyah 2 Surakarta bermula dari Pengurus Muhammadiyah Cabang Solo Utara periode 1960 – 1970, yang dipimpin oleh Bapak Abdul Manaf yang telah memberikan hak otonomi untuk berdirinya sekolah ini sejak tanggal 1 Januari 1968 merintis berdirinya SLTP Muhammadiyah 4 Surakarta, dengan beberapa guru sebagai pendukungnya antara lain :
  1. Bapak Hadi Sunarno
  2. Bapak Drs. Abdul Manaf
  3. Bapak Hisyam Zaini
  4. Bapak Soedjoedi
  5. Bapak Kushananto
  6. Bapak Miskarto
  7. Ibu Sumarmingsih
Sebagai pendukung sarana dan prasarananya diantaranya :
  1. Bapak Munawar
  2. Bapak Sinab Bintoro
  3. Bapak Abdul Karim
Dengan berstunya tekat akhirnya mereka bersama-sama mendirikan SMPMuhammadiyah 2 Surakarta yang berkedudukan di cabang Muhammadiyah Solo Utara. Dan beliau-beliau itulah yang disebut para SMP Muhammadiyah 4 Surakarta pada 1 Januari 1968, yang kemudian pada tanggal 2 Mei 1972 berubah menjadi SMP Muhammadiyah 2 Surakarta sampai sekarang.
Lokasi yang pernah ditempati oleh SMP Muhammadiyah 2 Surakarta ini sejak berdirinya sampai sekarang adalah sebagai berikut :
  1. Dirumah Bapak Abdul Rohim yang beralamat Kadipiro rt 04 rw 4 Banjarsari Surakarta sejak tanggal 1 Januari 1968 s/d 16 Januari 1974 ( ± 6 tahun 16 hari)
  2. Dirumah Bapak Abu Salam ( sekarang Masjid Nur Huda ) mulai tanggal 16 Januari 1974 s/d 6 Januari 1976 (± 2 tahun 9 hari)
  3. Pinjam gedung impres Bonoloyo mulai tanggal 26 Januari 1976 s/d 1 Maret 1978 (± 2 tahun 65 hari). Saat itu Kepala Sekolah sering mendapatkan surat dari yang berwajib yang datangnya bertubi-tubi untuk meminta agar Kepala Sekolah segera mengembalikan gedung tersebut kepada pemerintah.
  4. Mulai tanggal 11 Maret 1978 SMP Muhammadiyah 2 Surakarta menempati tempatnya sendiri yang beralamat Sekip, Kadipiro, Banjarsari, Surakarta sampai sekarang.
Pada masa itu kota Surakarta baru ada 4 SMP Muhammadiyah yaitu :
  1. SMP Muhammadiyah 1 Simpon, masuk pagi
  2. SMP Muhammadiyah 2 Pasar Kliwon, masuk pagi
  3. SMP Muhammadiyah 3 Simpon, masuk pagi
  4. SMP Muhammadiyah 4 Kadipiro
Seluruh SMP Muhammadiyah tersebut dirintis dan dikelola oleh Muhammadiyah cabang Solo Utara pada masa kakanwil Jateng dijabat oleh Drs. Winarno Hamiseo. Beliau memberikan peraturan sekolah yang masuk siang dan belum punya lokasi sendiri harus bergabung. Maka dari itu mulai tanggal 2 Mei 1972 yang bertepatan hari pendidikan nasional, Majlis Pendidikan Muhammadiyah yang ada 4 SLTP menjadi 2 SLTP yaitu :
  1. SMP Muhammadiyah 1 digabung dengan SMP Muhammadiyah 3 dengan nama SMP Muhammadiyah 1 Surakarta
  2. SMP Muhammadiyah 2 digabung dengan SMP Muhammadiyah 4 dengan nama SMP Muhammadiyah 2 Surakarta

Visi dan Misi

Visi

" MEWUJUDKAN SEKOLAH YANG UNGGUL DALAM PRESTASI DAN TERBENTUKNYA INSAN YANG BERTAQWA, BERBUDAYA SERTA BERBUDI LUHUR "
SMP Muhammadiyah 2 Surakarta merupakan sekolahan yang didirikan oleh Bapak Abdul Manaf pada tanggal 2 Mei 1972. Dengan umurnya yang sudah mencapai hampir setengah abad ini SMP Muhammadiyah telah menjelma menjadi sekolah berbasis Islami untuk mewujudkan siswa didik agar berprestasi dan berbudi pekerti untuk terbentuknya insan yang bertaqwa dan berdudaya luhur.


Misi
  1. Menciptakan lingkungan sekolah yang nyaman dan kondusif dalam proses pembelajaran.
  2. Menumbuhkembangkan sikap cinta pada budaya lokal dan berbudi pekerti yang mulia.
  3. Menciptakan kedisiplinan bagi semua sumber daya sekolah.
  4. Menyediakan adanya sarana prasarana sekolaah yang memadai.
  5. Mencetak lulusan yang cerdas dan berbudi luhur serta menguasai IPTEK dan IMTAQ Yang kuat.
  6. Mewujudkan prestasi akademik dan non akademik yang unggul dan kompetitif.
  7. Membiasakan sholat berjamaah dan meningkatkan pengamalan ilmu Agama islam